ANGGARAN DASAR
A L M A
ASOSIASI LEMBAGA MISIONARIS AWAM
DAFTAR ISI
BAB I ► ARTI, JIWA DAN TUJUAN
ARTI
JIWA
TUJUAN
BAB II ► GARIS-GARIS DASAR PENGRASULAN
Kehadiran dalam masyarakat
Ikut serta dalam masyarakat
Kontak dengan masyarakat
Pemberian kesaksian, pemancaran cinta kasih Allah dan penebusan oleh Allah
Bimbingan
Perkembangan rasa tanggung jawab bersama
Pelaksanaan usaha-usaha bersama
Pendidikan sosial dan peningkatan derajat hidup masyarakat
Pelayanan cinta kasih yang mengabdi
Panggilan, penyerahan diri dan persembahan diri yang total kepada umat Allah, yaitu Civitas
Dei (Dunia Allah)
BAB III ► NAMA DAN LAMBANG
BAB IV ► KEANGGOTAAN
BAB V ► NASEHAT INJIL SEBAGAI BENTUK HIDUP
Kemurnian dan hidup wadat
Kemiskinan dan pemakaian barang
Ketaatan
BAB VI ► KOMUNITAS ALMA KEBERSAMAAN HIDUP
Hubungan antar anggota
Pembina Rohani
Kebersamaan hidup Keluarga Besar ALMA
BAB VII ► PERATURAN HIDUP
Doa bathin
Bacaan Kitab-kitab Suci
Ekaristi dan Ofisi
Pemeriksaan batin dan pembentukan diri
Musyawarah dan pengembangan komunitas
Beberapa garis-garis tambahan dalam ALMA
BAB VIII ► ORGANISASI
Pencalonan
Masa pembentukan
Ikatan tetap
Penyelesaian keanggotaan
BAB IX ► PIMPINAN
Tugas-tugas dari pimpinan umum
BAB X ► KEUANGAN
Keuangan para anggota
Keuangan ALMA
BAB XI ► PENUTUP
ARTI, JIWA DAN TUJUAN
A R T I
"ALMA" adalah penggerakan dan kumpulan lembaga hidup bakti yang didorong oleh hasrat besar untuk mewujudkan kabar baik Kristus untuk orang miskin, menyerahkan diri dengan penuh kesadaran untuk ikut serta dalam Evangelisasi orang miskin, cacat, dan terlantar, dalam dan oleh situasi konkrit dewasa ini.
"ALMA" menurut teladan Kristus dan dalam dorongan Roh Kudus ditujukan untuk membimbing dan mengembangkan kecakapan mengabdi dan pengorbanan kaum awam, Umat Allah, dalam merasukkan kabar baik dalam segenap lapisan masyarakat dewasa ini. Semua anggota dengan beraneka panggilan hidup, baik yang berikrar dalam nasehat Injil, maupun yang bujangan atau yang berkeluarga, dengan kepribadian dan latar belakang yang serbaneka berpadu dalam kesatuan spiritualitas misioner yang teguh dan aktif.
Jantung penggerakan ALMA adalah sekelompok inti, yang menyerahkan hidupnya seluruhnya kepada Kristus dan secara mutlak menyediakan diri bagi Allah dan kerajaan-Nya. Mereka bergotong royong dalam tanggung jawab atas pemeliharaan semangat dan kelanjutan segenap penggerakan.
J I W A
Jiwa dari ALMA bersumber pada penghayatan mendalam "INJIL" yang menampakkan rencana keselamatan Illahi dengan Kristus dan Umat Allah sebagai pusatnya.
Jiwa dan semangat ALMA adalah keyakinan dan keharuan bahwa rencana keselamatan Illahi dalam Kristus melalui Gereja, sebagai garam bumi dan terang dunia, akan memperbaharui masyarakat dewasa ini dan menjadi berkat bagi yang miskin dan menderita.
Bagi semua yang ikut serta dalam ALMA, penghayatan rencana keselamatan ini, dan panggilan mereka di dalamnya, menjadi daya dorong untuk hidup dalam pembaktian diri pada Kristus dengan mengikuti jejak Maria yang sebagai perawan dan bunda telah hidup di dunia dalam menunaikan pengabdian penuh terhadap Sang Putera dan karya-Nya.
Bhakti Luhur mereka ini, bercorak usaha terus menerus mencari, membina dan mengasuh dengan cinta kasih semesta mereka yang miskin, cacat dan menderita dalam kebutuh-an-kebutuhan dan masalah-masalah mereka dan memperbaharui mereka dengan kuasa Kristus dalam Roh Kudus.
Cita-cita dari ALMA adalah untuk membuat Injil nyata dan efektif untuk orang miskin masa kini, menurut teladan dan semangat Vincentius a Paulo yang secara khusus bersama Kristus dan Bunda Maria adalah teladan untuk semua anggota ALMA.
Terpelihara oleh ikut sertanya secara intensif dalam hidup Gereja, dan berpangkal pada Korban Ekaristi, mereka semua menghayati jiwa ALMA dengan sikap bergembira dan bersenyum dalam pengabdian dan pengorbanan.
TUJUAN
ALMA bertujuan untuk:
Mengikuti Kristus yang menginjili orang miskin
Berkarya untuk mewujudkan Injil khususnya untuk yang paling cacat dan
terlantar dalam misi iman dan misi kasih.
Melayani orang miskin dan hidup dalam kebersamaan dengan mereka.
Membentuk umat Allah, khususnya kaum awam, dalam pewartaan Injil dan
membawa mereka ke partisipasi yang lebih penuh dalam perwujudan Injil
untuk orang miskin.
Dan dengan itu:
Meresapkan kesadaran masyarakat atas tergantungnya dari Allah dan asuhan
kasih-Nya.
Menghadirkan kerajaan cinta kasih Allah dalam keseluruhan masyarakat
khususnya masyarakat orang yang miskin, cacat dan menderita.
Menjadi untuk mereka kesaksian hidup dari warta gembira.
Menyertai perjumpaan Kristus dengan umat pilihan-Nya.
Mengasuh perkembangan keseluruhan masyarakat dalam cinta kasih Illahi.
GARIS-GARIS DASAR PENGRASULAN
1. KEHADIRAN DALAM MASYARAKAT
Para anggota ALMA merasul di dalam masyarakat. Mereka hidup dan bekerja dalam lingkungan yang sama dengan keadaan hidup lingkungan masyarakat orang miskin dan mengalaminya dalam jiwa raganya sendiri.
Mereka tidak datang sebentar saja dalam lingkungan sesama manusia yang miskin dan cacat lalu kembali ke lingkungannya sendiri, tetapi mereka hidup serumah dengan orang cacat sehingga menjadi satu keluarga dan menjelma dalam masyarakat di mana atau ke mana mereka diutus.
2. IKUT SERTA DALAM MASYARAKAT
Mereka ikut serta dalam hidup bermasyarakat dengan segala sesuatu yang terjadi, tidak hanya dalam pembicaraan- pembicaraan, perkumpulan-perkumpulan, rekreasi, kesenian dan budaya, akan tetapi juga dalam usaha karya dan pekerjaan.
3. KONTAK DENGAN MASYARAKAT
Kunjungan rumah dan kontak pribadi memperkuat hubungan dengan masyarakat dalam Evangelisasi dan CBR secara luas. Mereka memelihara hubungan dan mengadakan kontak secara sistematis dengan perencanaan yang seluas mungkin dengan semua penduduk berdasarkan atas pekerjaan dan tugas mereka, khususnya mereka yang miskin menderita dan cacat.
4. PEMBERIAN KESAKSIAN, PEMANCARAN CINTA KASIH ALLAH DAN PENEBUSAN OLEH ALLAH
Bukan kegiatan menyebarkan agama (proselytisme) adalah tujuan ALMA, melainkan kerugma (pewartaan Kerajaan-Nya), rumah terbuka, memancarkan Kristus dengan keindahan dan kebaikan dalam Ibadat, doa, dengan menghadirkan dan menjelmakan Injil dengan perkataan dan perbuatan.
5. BIMBINGAN
Mereka membimbing perkembangan iman dan hidup rohani yang telah dimulai di bawah bimbingan Roh Kudus. Bimbingan perlu diberikan terus menerus dengan jiwa terbuka, dengan perasaan halus, dengan pemeliharaan yang teliti. Dengan dasar ini sebagai titik tolak, mereka membimbing pertemuan Kristus dengan umat miskin, cacat dan terlantar, sehingga rahmat penebusan-Nya dapat berkembang menurut ukuran Kristus yang penuh.
6. PERKEMBANGAN RASA TANGGUNG JAWAB BERSAMA
Mereka membentuk kelompok kecil, baik formil maupun informil dalam pengembangan rasa tanggung jawab bersama dalam umat melalui kelompok kecil. Mereka melihat, menimbang, serta melaksanakan melalui diskusi Injil, diskusi sosial dan diskusi realitas.
7. PELAKSANAAN USAHA-USAHA BERSAMA
Sebagai hasil dari paduan rasa tentang kebutuhan-kebutuhan sosial (kebutuhan orang miskin dan masyarakat) baik secara jasmani maupun rohani, mengenai situasi komunitas yang nyata dalam hubungan dengan ajaran Kristus, dengan sendirinya akan bertumbuh hasrat untuk secara bergotong royong melaksanakan usaha-usaha bersama.
Dalam pelaksanaan serta tanggung jawabnya atas usaha dan karya-karya, berkembanglah persatuan mereka dalam Allah dan tampak perpaduan mereka dalam cinta kasih.
8. PENDIDIKAN SOSIAL DAN PENINGKATAN DERAJAT HIDUP MASYARAKAT
Mereka ikut serta secara aktif dalam pendidikan sosial, khususnya pendidikan untuk yang miskin, cacat dan terlantar, baik dalam kerja sama dengan instansi-instansi resmi, maupun atas tanggung jawab sendiri, tetapi selalu dalam hubungan yang erat dengan seluruh masyarakat.
Mereka membentuk pemimpin-pemimpin atau kader-kader untuk berdiri atas tanggung jawab sendiri secara sosial dalam melayani orang dan anak miskin.
Mereka mendidik masyarakat sehingga lambat laun dalam masyarakat atau lingkungan dalam mana mereka bekerja, terjadilah suatu susunan masyarakat yang tetap sosial dengan tanggung jawab sendiri.
9. PELAYANAN CINTA KASIH YANG MENGABDI
Mereka menjadi pelayan yang produktif, mengembangkan dan menjiwai berbagai bentuk cinta kasih yang mengabdi seperti: merawat orang sakit, membantu orang cacat serta orang miskin dalam segala bidang dengan kontak perorangan, mereka merubah perawatan sosial menjadi pelayanan cinta kasih yang mengabdi.
10 PANGGILAN, PENYERAHAN DIRI DAN PERSEMBAHAN DIRI YANG TOTAL KEPADA UMAT ALLAH, YAITU CIVITAS DEI (DUNIA ALLAH)
Mereka mempersembahkan diri secara total kepada umat Allah sebagai tugas hidupnya, baik penyerahan diri sepenuhnya ke dalam persatuannya dengan Kristus maupun persembahan dirinya demi dunia dalam tugas untuk umat Allah. Mereka menemukan panggilan hidupnya dalam pembhaktian diri dalam pelayanan penuh cinta kasih pada dunia yang menderita supaya berkembang menurut Kehendak Tuhan. Mereka menghadirkan Kerajaan Allah dalam kebudayaan setempat dan situasi konkrit masyarakat.